Monday, April 2, 2012

6 Langkah Memulai Bisnis Dari Nol

Dalam dunia bisnis, perlu langkah dan strategi yang baik dalam memulai usaha. Pada artikel ini saya ingin berbagi tips dan hal yang paling penting untuk dipertimbangkan dalam memulai bisnis dari nol. Jika kita ingin mulai membangun sebuah usaha, maka  ide yang paling penting yang bisa saya katakan adalah mulai dari kecil. Misalnya kita ingin membuat usaha yang dilakukan secara online, dari rumah atau berawal ari hobi. Mungkin ini akan menjadi yang paling sulit. Oleh karena itu, berikut ini saya berikan langkah-langkah bagaimana memulai bisnis dari nol:

1. Ide Bisnis
Sebagai penulis artikel bisnis, saya melihat bahwa banyak orang mencari ide-ide bisnis yang akan membuahkan hasil alias profit. Pikirkan ide-ide terbaik, mengevaluasi dan menganalisa, apakah itu bisa dilakukan oleh seorang individu atau tim. Dibutuhkan pandangan semua: keterampilan, pengalaman, modal, lingkungan eksternal dan kebutuhan dan tuntutan pasar, kota, perilaku dan karakteristik konsumen. Di  blog PaySpree Indonesia ini, mari bersama belajar mengembangkan  ide bisnis.

2. Mencari informasi
Terkadang banyak orang memulai bisnis tanpa berfikir panjang dan pada akhirnya gagal di tengah jalan dan tidak berhasil. Maka kita harus mengetahui faktor keberhasilan yaitu dengan menyelediki  segala aspek yang berhubungan dengan bisnis yang kita jalankan.  Aspek minimum untuk peneletian tersebut di antaranya :
a. Apakah ada permintaan produk?
b. Sudah ada pesaing?
Memiliki pesaing mungkin suatu hal yang kita takuti. Tetapi jika kita punya mental  pengusaha, justru hal itu dapat menjadi bahan penelitian, misalnya mempelajari bagaimana mereka beroperasi, bagamina dan siapa yang bisa dijadikan konsumen, dll. 
c. Dimana pembeli?
Artinya  adalah lokasi terbaik untuk menjadi lebih dekat kepada pembeli. 
d. Siapa pembeli?
Pelajari siapa yang akan menjadi pelanggan pada bisnis kita. Apakah mereka wanita, pria, kalangan dewasa,  dll? 
e. Berapa harga rata-rata produk?
Merupakan penelitian yang terkait dengan biaya, hal ini akan menunjukkan utilitas yang diharapkan, dan kita dapat mendefinisikan apakah bisnis ini menguntungkan atau tidak.

3. Rencana Bisnis
Gagasan tentang rencana bisnis dapat kita rancang melalui catatan yang bisa anda buat. Sehingga kita akan mudah dan tidak kebingungan mengenai bagaimana memulai bisnis dari nol. Kita dapat membuat rencana sederhana di antaranya:

a. Jenis bisnis 
b. Produk (harga, fitur, biaya) 
c. Marketing (cara untuk mempromosikan bisnis,dll) 
d. Profit atau Keuntungan (modal, biaya, pendapatan )
e. Siapa yang akan bekerja dan apa yang harus dilakukan

Jangan berhenti di sini, terus membaca langkah memulai bisnis dari nol ini di blog PaySpree Indonesia ini.

4. Pengujian Bisnis 
Bagaimana memulai sebuah bisnis melalui pengujian ? Tes ini dilakukan dengan biaya yang minimum, kemudian mulai mempelajar apakah bisnis terebut dapat berhasil. Artinya, dengan persediaan minimal, dengan staf minimal dan investasi minimal dalam usaha, kemudian kita mulai menjual produk atau layanan dan melihat berapa banyak yang bisa  dijual, kepada siapa, dan apakah itu bisa menjadi bisnis yang sukses. Dari situ kita akan mampu melihat perkembangan seara bertahap. 

Misalnya di sini saya berikan gambaran kecil tentang bisnis penjualan produk digital secara online. Ada dua cara yang dapat diterapkan:

Toko Online:
Salah satu cara untuk menguji pasar untuk menentukan apakah permintaan ada, adalah menciptakan sebuah bisnis online , misalnya menjual secara online melalui website, e-commerce atau menjual produk dan jasa lewat facebook. 

Sarana yang harus dibutuhkan:

a. Membeli domain, sewa hosting dan mencari template yang tepat untuk website kita. Atau jika kita ingin meminimalisir lagi, kita hanya butuh akun facebook dan menjualnya secara online, maka kita butuh metode pembayaran (lewat rekening bank, paypal, dll)  
b. Mulailah menjual kepada teman atau orang lokal sekitar kita, 
c. Beli persediaan yang minimum 
d. Mulai bekerja, kita sendiri sebagai karyawan, atau kita juga dapat mengajak teman atau keluarga. 
e. Pemasaran minimum, misalnya perkenalkan produk kita melalui mulut ke mulut. Lewat status facebook dll.

Lakukan ini dan bertahap. Pelajari dan pastikan bahwa bisnis kita sudah mulai berjalan, pembeli, harga dan produk sudah benar.

5. Mengukur Profitabilitas
Setelah waktu singkat (bisa 1 hingga 3 bulan), Kita perlu melihat hasil dari usaha yang kita lakukan dan menentukan apakah bisnis memang menguntungkan atau tidak. Jika memang profitabilitas sudah diketahui maka langkah selanjutnya yaitu mempertimbangkan apakah perlu atau tidak melanjutkan bisnis. 

6. Administrasi
Akhirnya, jika kita ingin terus menganalisis bisnis, maka kita harus berfikir bagaimana  itu bisa bergerak dan berkembang dari perspektif pengusaha untuk perspektif administrator . Misalnya harus mempertimbangkan produk, pemasok, biaya, biaya iklan dan promosi, rekrutmen, layanan pelanggan, manajemen dll.